⚡ Prioritas
- ☑ Finalisasi Project Flutter (Baitul Mal Plus)
- Sudah Seminggu lebih tidak ada update di daily log ini karena saya berkutat untuk belajar flutter dengan project yang sedang dibuat, dan alhamdulillah sudah selesai dibuat dan dapat di lihat di demo dibawah.
- Pagi ini saya memperbaiki apiv2 rust saya yang bermasalah karena supabase yang selalu resume project maklum free tier 😅, hal ini saya akali dengan membuat route khusus yang di panggil untuk insert database sederhana pengecekan database dengan maksimal 20 row data terakhir dan otomatis hapus data ketika sudah melebihi data.
- Fix API pagi ini selama 1 jam dari 05.30 hingga 06.30.
- hari ini full perbaikan dan finalisasi app dan sudah release dan bisa di download APK disini:
- selama pembuatan dan belajar flutter hal yang saya tangkap dan alami adalah:
- karena saya sudah belajar kotlin sebelumnya jujur sangat memudahkan belajar flutter.
- sistem widget dalam widget dan sangat opinionated karena mengikuti theming dari android material design jika untuk IOS ada cupertino style karena berasal dari backend yang tidak terlalu pandai styling ini sangat membantu dan bisa fokus ke data dan lainnya. ini mungkin sisi negatif bagi seorang frontend terutama web yang biasa freestyle mungkin agak kurang suka walau sebenarnya juga bisa di custom, atau saya yang kurang paham.
- karena saya berasal dari bahasa yang sangat typesentric, static dan sangat verbose seperti rust dan juga yang sangat freestyle dan dynamic seperti javascript, flutter yang menggunakan dart ini berasa pertengahan antara keduanya dan juga compiler nya sendiri juga hybrid dimana untuk hot reload menggunaka JIT (just in time) terasa seperti javascript dan untuk release mode mengunakan AOT (ahead-of-time) dimana sangat cepat dan ringan ketika di compile menjadi native code dan aplikasi flutter release mode terasa seperti native.
- Alasan kenapa saya pindah dari android studio dengan native android menggunakan kotlin adalah harus menggunakan android studio yang tidak terlalu optimize di Hyprland Arch Linux dan juga tidak bisa di develop menggunakan code editor terminal based yang sangat saya sukai yaitu Neovim.
- Jadi overall belajar flutter cukup menyenangkan dengan dokumentasi yang lengkap dan sangat rapi dari google, yang agak kurang saya design pattern yang masih bingung dan alur karena ada beberapa library dasar yang masih di pelajari namun untuk frontend nya terutama widget nya sangat rapi dan jelas sehingga mudah tinggal pilih, cari dan implementasi.

- Untuk besok selama akhir bulan ini fokus belajar untuk ujian LPDP.
Gunakan tombol panah keyboard ← → untuk berpindah halaman, atau tekan R untuk catatan acak.